Milka Santoso | Bagaimana Cara Recruiter Menilai Seorang Kandidat yang Tepat?

Mungkin banyak di antara #SobatBagus semua yang penasaran bagaimana cara seorang recruiter menilai tepat tidaknya seorang kandidat untuk perusahaan mereka. Selain kesesuaian antara permintaan job description dengan latar belakang pelamar, ada beberapa hal yang digunakan untuk menilai tepat tidaknya seorang talent. Dari obrolan IDEBAGUS.TV dengan Milka Santoso, seorang head hunter dari Great to Great Consulting, dijabarkan setidaknya ada tiga hal yang diperhatikan oleh rectuiter ketika menilai seorang kandidat.

Binar Mata

Ketika seseorang menulis ataupun berbicara, sebenarnya kita dapat menangkap frekuensi apa yang keluar dari yang bersangkutan. Termasuk dalam hal recruitment sekalipun. Menurut Milka Santoso, ketika recruiter mewawancarai seorang kandidat, binar mata adalah hal utama yang dilihat. Hal ini bukan tanpa alasan, karena binar mata sejatinya menunjukkan passion hingga emosi seseorang ketika berniat untuk bergabung ke perusahaan baru. Jika binar matanya lesu bisa jadi yang bersangkutan hanya bekerja semaunya saja atau apabila binar matanya terlihat sinis, bisa jadi ia membawa emosi negatif. Jadi jika teman-teman semua sedang dalam persiapan untuk wawancara kerja, pastikan bahwa bidang yang anda lamar sesuai dengan passion kalian, sehingga binar mata yang ditangkap recruiter bisa positif, sehingga peluang kalian diterima pun semakin tinggi.

(more…)

Riffa Sancati | Bagaimana Cara Sukses Meniti Karir di Usia Muda?

Source: Mapan

Muda dan karir yang luar biasa merupakan dambaan tiap millenials. Mencapai posisi leader di saat usia dua puluhan, memiliki gaji dua digit hingga berkontribusi untuk komunitas sekitar adalah sebagian kecil dari contoh dambaan tersebut. Namun sayangnya banyak dari kita yang tidak tahu harus bagaimana untuk mencapainya. Alhasil, dalam meniti karir selama bertahun-tahun, sepertinya kita hanya stuck di posisi yang sama. Artikel ini adalah insight dari obrolan inspiratif Riffa Sancari, seorang pengusaha muda dan Linkedin Spotlight 2019, dengan Bagus Berlian dari IDEBAGUS.TV untuk berbagi inspirasi dengan generasi muda bagaimana cara sukses meniti karir di usia muda.

Rencanakan Karir dari Awal

Seperti halnya sebuah perjalanan yang seru, karir pun harus dipersiapkan dari awal, bahkan kalau bisa saat kita masih berada di bangku perkuliahan. Riffa sendiri bercerita bahwa proses persiapan menuju dunia karirnya diawali dari bekerja freelance tahun 2008. Baginya sebagai mahasiswa akuntansi di binus, bekerja secara freelence akan memberikan gambaran sejak dini tentang karir apa yang akan ia tuju kedepannya nanti. Dari sinilah riffa punya gambaran untuk memulai karirnya di EY sebagai seorang Auditor selama tiga tahun. Bukan tanpa alasan baginya untuk memilih EY sebagai pelabuhan pertamanya dalam berkarir, baginya bekerja di kantor auditor big 4 akan memudahkan jalannya untuk meraih posisi senior ketika pindah ke perusahaan selanjutnya.

Banyak orang bilang, karir pertama adalah fondasi yang akan menentukan arah karir kita kedepannya. Persiapkanlah diri dari awal! Tentukan seperti apa karir yang ingin anda capai lima atau sepuluh tahun kedepan. Dari situ #SobatBagus bisa menarik kesimpulan karir apa yang akan anda tuju dan apa aja stepping stone yang harus dilalui untuk sampai kesana, dengan begitu usaha yang kita lakukan akan lebih terarah. Yang tak kalah penting adalah, mulailah selalu lebih awal, bahkan sebelum anda lulus sekalipun, seperti halnya Riffa yang memulainya dengan bekerja freelence di tahun 2008.

Mampu Membaca The Next Big Thing

Merencanakan karir sejak awal sangatlah penting untuk merencanakan stepping stone kita, namun mengetahui The Next Big Thing akan membawa kita melompati stepping stone ini dua sampai beberapa kali lebih maju. Riffa pun menyadari pentingnya hal ini ketika mengawali karir. Setelah beberapa tahu bekerja untuk EY, ketika banyak dari rekannya yang memutuskan untuk hijrah ke perusahaan oil and gas karena iming-iming gaji yang menggiurkan, Riffa Sancati berani berpikir beda. Dilihatnya industri ini sudah cukup tua dan akan digantikan oleh industri energi terbaharukan. Baginya industri yang kedepannya akan berdampak luas adalah sektor teknologi. Dari sinilah, Riffa mulai menapaki karirnya di Lazada hingga melesat ke posisi senior.

Ketika ditanya bagaimana Riffa bisa melihat The Next Big Thing ini? Baginya membaca adalah yang utama. Dengan membaca, Riffa menjadi tahu di pasar lain (Cina) ada perusahaan teknologi bernama Alibaba yang tumbuh dengan sangat cepat dalam beberapa tahun saja. Baginya pasar Indonesia karakternya sama dengan Cina, sehingga bergabung dengan organisasi yang berpotensi untuk meroket akan mampu menaikkan karirnya juga secara eksponensial. Bagaimana dengan #SobatBagus? Menurut anda apa The Next Big Thing selanjutnya?

(more…)