Mungkin banyak di antara #SobatBagus semua yang penasaran bagaimana cara seorang recruiter menilai tepat tidaknya seorang kandidat untuk perusahaan mereka. Selain kesesuaian antara permintaan job description dengan latar belakang pelamar, ada beberapa hal yang digunakan untuk menilai tepat tidaknya seorang talent. Dari obrolan IDEBAGUS.TV dengan Milka Santoso, seorang head hunter dari Great to Great Consulting, dijabarkan setidaknya ada tiga hal yang diperhatikan oleh rectuiter ketika menilai seorang kandidat.

Binar Mata

Ketika seseorang menulis ataupun berbicara, sebenarnya kita dapat menangkap frekuensi apa yang keluar dari yang bersangkutan. Termasuk dalam hal recruitment sekalipun. Menurut Milka Santoso, ketika recruiter mewawancarai seorang kandidat, binar mata adalah hal utama yang dilihat. Hal ini bukan tanpa alasan, karena binar mata sejatinya menunjukkan passion hingga emosi seseorang ketika berniat untuk bergabung ke perusahaan baru. Jika binar matanya lesu bisa jadi yang bersangkutan hanya bekerja semaunya saja atau apabila binar matanya terlihat sinis, bisa jadi ia membawa emosi negatif. Jadi jika teman-teman semua sedang dalam persiapan untuk wawancara kerja, pastikan bahwa bidang yang anda lamar sesuai dengan passion kalian, sehingga binar mata yang ditangkap recruiter bisa positif, sehingga peluang kalian diterima pun semakin tinggi.

Histori Performa Kerja Sebelumnya

Experience adalah hal yang sangat bernilai di mata recruiter. Pastikan kalian membawa segudang pengalaman kerja yang sesuai dengan posisi yang dilamar untuk memastikan bahwa kalian adalah kandidat yang tepat. Jika kalian adalah fresh graduate yang minim pengalaman kerja, pastikan bahwa di masa-masa kuliah kalian juga terlibat dengan banyak kegiatan kepemimpinan yang mampu mengasah skill managerial kalian. Kandidat fresh graduate dengan banyak kegiatan kepemimpinan yang mumpuni dinilai recruiter memiliki potensi untuk menjadi aset pemimpin masa depan perusahaan. Selain itu, beberapa histori yang Milka Santoso perhatian ketika memilai seorang kandidat adalah dari bagaimana pengalaman kerjanya ketika mengatur load kerja di perusahaan sebelumnya, seperti time management, dealing with pressure dan juga prestasi kerja sebelumnya.

Social Media Check!

Sebagai figur populer di dunia Linkedin Indonesia, Milka Santoso sering memperhatikan gelagat netizen LinkedIn Indonesia. Mulai dari artikel yang dibagikan, argumen yang dilontarkan di kolom komen hingga tulisan status yang mereka buat. Baginya social media adalah media sharing value dimana karakter asli dan passion seseorang dapat dilihat. Ketika seorang talenta suka membagikan opininya terkait data science bisa jadi indikasi Ia memang ahli di bidang tersebut atau ketika seorang berani membagikan kritik positif tentang pendidikan Indonesia, bisa jadi yang bersangkutan memang kuat value tentang perbaikan pendidikan negeri ini, jadi jika ada sebuah startup pendidikan yang sedang mencari talenta, recruiter pun bisa merekomendasikannya. Gunakan secara bijak social media yang kalian punya. Pastikan tidak ada hal negatif yang dibagikan disitu! Jadikan social media sebagai media untuk berbagi opini positif ataupun membagikan keahlian, siapa tahu ada recruiter yang tiba-tiba mengontak kalian!

“Ketika recruiter mewawancarai seorang kandidat, binar mata adalah hal utama yang dilihat. Hal ini bukan tanpa alasan, karena binar mata sejatinya menunjukkan passion hingga emosi seseorang ketika berniat untuk bergabung ke perusahaan baru.” – Milka Santoso, Head Hunter at Great to Great Consulting